Gayo Lues - detiknewsatjeh// Perjalanan panjang harus ditempuh tim gabungan Polres Gayo Lues untuk membongkar ladang ganja di kawasan pegunungan Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Polisi harus berjalan kaki sekitar 10 jam sebelum tiba di lokasi yang menjadi sasaran Operasi Antik Seulawah 2026.
Dari penyisiran selama empat hari itu, polisi menemukan sekitar 53 ribu batang tanaman ganja yang tumbuh di lahan seluas kurang lebih 26,5 hektare. Tanaman tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi.
Operasi dipimpin langsung Kapolres Gayo Lues AKBP Cakra Donya, S.I.K. Tim diberangkatkan dari Desa Ekan, Kecamatan Pining, pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Kapolres turut didampingi Kasatresnarkoba AKP Kabri, S.H., M.M., Kasat Intelkam AKP Jun Andri Saputra, S.H., Kasatreskrim IPTU Hery Haryanto, S.H., Kasi Propam IPDA Afifuddin, Paursubbagdalpers Bag SDM IPDA Muhammad Rizal, S.H., sejumlah personel Polres Gayo Lues, serta enam warga Desa Ekan.
Medan menuju lokasi tidak mudah. Tim harus menembus kawasan pegunungan dengan berjalan kaki selama sekitar 10 jam.
Setelah perjalanan panjang, rombongan baru tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB. Karena kondisi sudah malam, tim kemudian beristirahat untuk melanjutkan penyisiran pada hari berikutnya.
Temukan Puluhan Hektare Ladang Ganja
Memasuki hari kedua, petugas mulai menyisir kawasan yang sebelumnya telah dipetakan. Satu per satu titik yang diduga menjadi lokasi penanaman ganja diperiksa.
Hasilnya, polisi menemukan sejumlah ladang ganja yang tersebar di kawasan pegunungan Desa Ekan dan Desa Pepelah.
Tanaman ganja yang ditemukan langsung dicabut dan dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi.
Penyisiran berlanjut hingga hari ketiga. Polisi kembali menemukan sejumlah titik ladang ganja lainnya. Di beberapa lokasi, petugas juga menemukan pondok yang diduga digunakan para penanam ganja untuk beraktivitas dan beristirahat.
Secara keseluruhan, luas ladang yang ditemukan mencapai sekitar 26,5 hektare, dengan jumlah tanaman diperkirakan mencapai 53 ribu batang.
Namun temuan polisi tidak berhenti pada tanaman yang masih tumbuh. Petugas juga menemukan ganja kering yang diduga siap diedarkan.
Ganja kering itu ditemukan di sejumlah lokasi dengan berat sekitar 50 kilogram, 100 kilogram, dan 30 kilogram. Jika digabungkan, totalnya mencapai 180 kilogram.
Ada Alat Pres hingga Pondok di Tengah Pegunungan
Kasatresnarkoba Polres Gayo Lues AKP Kabri mengatakan lokasi ladang berada di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau.
"Lokasinya cukup sulit dijangkau sehingga personel harus berjalan kaki selama berjam-jam," kata Kabri.
Selain menemukan tanaman ganja dan ganja kering, petugas menemukan sejumlah pondok beserta peralatan dan bahan makanan di kawasan tersebut.
Polisi juga menemukan tiga unit alat pres ganja yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika.
Dari puluhan ribu tanaman yang ditemukan, sebanyak 10 batang ganja diamankan ke Mapolres Gayo Lues sebagai barang bukti. Sementara tanaman lainnya dimusnahkan di lokasi.
Empat Hari Menembus Pegunungan
Pada hari keempat, tim menyelesaikan seluruh rangkaian penyisiran dan pemusnahan sebelum meninggalkan kawasan pegunungan.
Seluruh kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut berjalan aman dan lancar.
Kapolres Gayo Lues AKBP Cakra Donya menegaskan pemberantasan narkotika akan terus dilakukan, termasuk menyasar kawasan-kawasan yang digunakan sebagai lokasi penanaman ganja.
Dia mengatakan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya tersebut. Informasi dari warga dinilai penting untuk membantu polisi menemukan lokasi penanaman maupun jalur peredaran narkotika.
Polres Gayo Lues juga mengimbau masyarakat tidak terlibat dalam aktivitas penanaman dan peredaran ganja.
Masyarakat diminta segera melapor kepada kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan narkotika.