Langsa, Aceh – detiknewsatjeh
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Langsa mencatat kinerja yang positif dan berimbang sepanjang tahun 2025. Melalui penguatan fungsi pelayanan, pengawasan, serta penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai, instansi ini tidak hanya menjaga penerimaan negara tetap optimal, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi perlindungan masyarakat, pengembangan ekonomi daerah, serta penanganan bencana.
PENERIMAAN NEGARA CAPAI 503,27% TARGET, TUMBUH 83,9% DIBANDING TAHUN SEBELUMNYA
Hingga akhir Desember 2025, total penerimaan Bea Cukai Langsa mencapai Rp922.513.000,- atau melampaui target sebesar 503,27% dari target yang ditetapkan sebesar Rp183.304.000,-. Penerimaan ini terdiri dari sektor Bea Masuk sebesar Rp9.427.000 (123,65% target) dan sektor Cukai sebesar Rp913.086.000 (519,74% target), yang menjadi kontributor utama.
Dibandingkan tahun 2024 yang mencatat penerimaan Rp501,61 juta, tahun 2025 mengalami peningkatan sebesar Rp420,90 juta atau tumbuh sekitar 83,9%. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan optimalisasi pengawasan dan pelayanan, khususnya pada sektor cukai.
PENINDAKAN KEPABEANAN, CUKAI DAN NPP HASILKAN NILAI BESAR DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT
Bidang Kepabeanan
Sepanjang tahun 2025 diterbitkan 5 Surat Bukti Penindakan (SBP) dengan barang dan sarana pengangkut yang diamankan meliputi 6 unit kendaraan bermotor roda empat, 27 unit roda dua, suku cadang, mesin motor, satwa hidup dan tumbuhan, serta minuman olahan teh hijau. Total nilai barang hasil penindakan mencapai ±Rp6,46 miliar.
Bidang Cukai
Tercatat 79 penindakan dengan barang hasil penindakan berupa 6.138.318 batang Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) yang tidak memenuhi ketentuan. Nilai penyelesaian perkara melalui mekanisme ultimum remedium (UR) mencapai Rp668.505.000,- dengan perkiraan nilai barang ±Rp11,27 miliar dan potensi kerugian negara yang dicegah ±Rp7,54 miliar.
Bidang Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP)
Terjadi 18 penindakan dengan barang bukti berupa Methamphetamine 853.564 gram, Kokain 2.923 gram, Ganja ±5.822 kilogram, dan MDMA 155.000 butir. Penindakan ini diperkirakan mencegah penyalahgunaan oleh ±1,16 miliar jiwa serta menghemat potensi pengeluaran rehabilitasi negara sebesar ±Rp1,87 triliun.
Selain itu, terdapat 6 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan 6 tersangka, dan 49 Keputusan BDN–BMMN atas barang hasil penindakan.
BERPERAN AKTIF DALAM PEMBINAAN UMKM DAN PENANGANAN BENCANA
Melalui fungsi industrial assistance, Bea Cukai Langsa melakukan pembinaan dan pendampingan UMKM dengan memberikan edukasi regulasi, konsultasi teknis, serta fasilitasi akses informasi untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing produk lokal.
Pada akhir November hingga Desember 2025, Bea Cukai Langsa juga tergabung dalam Tim Bea Cukai Peduli untuk menangani bencana banjir di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan meliputi pengiriman ±19 ton bantuan logistik menggunakan kapal patroli, evakuasi warga, penyelenggaraan layanan kesehatan gratis yang melayani 444 warga, serta pendukung pemulihan jaringan komunikasi bersama PT Telkom Indonesia.
KEDEPAN AKAN TERUS MEMPERKUAT SINERGI DAN PROFESIONALISME
Secara keseluruhan, kinerja Bea Cukai Langsa Tahun 2025 menunjukkan penguatan peran institusi secara menyeluruh. Ke depan, instansi ini akan terus memperkuat sinergi lintas instansi, meningkatkan pengawasan berbasis risiko, serta menjaga profesionalisme dan integritas aparatur demi mendukung penerimaan negara dan melindungi masyarakat secara berkelanjutan.
( Arman)