Bersama Bhayangkari, Kapolres Aceh Tenggara Ulurkan Kepedulian kepada Masyarakat Terdampak Banjir

ACEH TENGGARA – detiknewsatjeh // Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tenggara tidak hanya meninggalkan genangan dan lumpur, tetapi juga menyisakan beban bagi masyarakat yang harus kembali menata kehidupan setelah bencana.

Di tengah kondisi tersebut, kepedulian datang melalui langkah nyata. Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tenggara Ny. Novi Rujianto dan para pejabat utama (PJU) Polres Aceh Tenggara turun langsung menemui warga terdampak banjir di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, Kecamatan Lawe Sumur, Senin (28/9/2026).

Kehadiran rombongan Polres Aceh Tenggara sekitar pukul 16.30 WIB itu bukan sekadar agenda penyaluran bantuan. Di tengah suasana pascabanjir, kedatangan Kapolres bersama Bhayangkari menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moril bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.

Sebanyak 53 kepala keluarga (KK) menerima bantuan kebutuhan pokok yang disalurkan secara langsung. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terutama kebutuhan pangan selama proses pemulihan setelah banjir.

Adapun bantuan yang diberikan terdiri atas 53 karung beras dengan masing-masing berat 5 kilogram, 53 papan telur ayam, minyak goreng, serta 53 kardus mi instan.

Bantuan itu mungkin terlihat sederhana, namun bagi warga yang sedang berjuang memulihkan kondisi rumah tangga setelah diterjang banjir, kebutuhan pokok tersebut memiliki arti penting.

Di sela penyerahan bantuan, kehadiran Kapolres dan jajaran juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak. Warga tidak hanya membutuhkan bantuan berupa bahan pangan, tetapi juga membutuhkan perhatian dan dukungan agar tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.

Banjir sering kali datang meninggalkan persoalan yang tidak selesai hanya ketika air mulai surut. Warga harus membersihkan rumah, menyelamatkan barang-barang yang masih dapat digunakan, memenuhi kebutuhan keluarga, serta perlahan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam situasi seperti itu, perhatian dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat.

Kapolres Aceh Tenggara bersama Ketua Bhayangkari dan para PJU Polres Aceh Tenggara pun memilih hadir secara langsung di tengah warga. Langkah tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti pada tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga diwujudkan melalui kehadiran ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat dan bencana.

Bagi warga penerima bantuan, kedatangan rombongan Polres Aceh Tenggara membawa pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri melewati masa sulit tersebut. Ada perhatian, ada kepedulian, dan ada pihak yang ikut merasakan kesulitan masyarakat setelah bencana melanda.

Penyaluran bantuan juga menjadi gambaran tentang pentingnya semangat gotong royong ketika bencana terjadi. Dalam kondisi sulit, bantuan sekecil apa pun dapat menjadi penyambung kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan semangat untuk kembali bangkit.

Polri melalui Polres Aceh Tenggara bersama Bhayangkari berupaya menjadikan momentum tersebut sebagai bentuk pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kehadiran personel kepolisian di tengah warga diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menghadirkan rasa dekat dan kepedulian.

Terlebih bagi masyarakat yang terdampak bencana, dukungan pada masa pemulihan sangat dibutuhkan. Setelah air surut, perjuangan warga belum berakhir. Mereka masih harus membersihkan lingkungan, memperbaiki berbagai kerusakan, serta mengembalikan kehidupan keluarga ke kondisi normal.

Karena itu, bantuan sembako yang disalurkan kepada 53 keluarga di Desa Terutung Megara Lawe Pasaran diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan warga selama menjalani masa pemulihan.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat pengabdian Polri dapat diwujudkan melalui tindakan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Tidak hanya hadir ketika situasi aman dan terkendali, tetapi juga ketika masyarakat berada dalam kondisi membutuhkan bantuan.

Bersama Bhayangkari, Kapolres Aceh Tenggara dan jajaran PJU Polres Aceh Tenggara hadir membawa bantuan sekaligus menyampaikan pesan moral bahwa masyarakat yang terdampak bencana tetap mendapat perhatian.

Bagi warga, bantuan tersebut bukan semata-mata tentang beras, telur, minyak goreng, atau mi instan. Lebih dari itu, ada pesan kepedulian yang ikut disampaikan: bahwa di tengah musibah, masih ada tangan-tangan yang terulur untuk membantu.

Polres Aceh Tenggara bersama Bhayangkari berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi 53 keluarga penerima dan membantu memenuhi kebutuhan pangan mereka dalam masa pemulihan.

Semangat untuk bangkit pun diharapkan terus tumbuh. Sebab, ketika bencana datang, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar bantuan material. Mereka juga membutuhkan kehadiran, perhatian, dan keyakinan bahwa masa sulit dapat dilalui bersama.

Dari Desa Terutung Megara Lawe Pasaran, kepedulian itu diwujudkan secara sederhana namun bermakna. Di tengah sisa-sisa dampak banjir, Polres Aceh Tenggara bersama Bhayangkari memilih hadir, berbagi, dan mendampingi.

Di tengah musibah, kepedulian menjadi penguat. Dari tangan yang mengulurkan bantuan, tumbuh harapan agar masyarakat kembali bangkit, menata kehidupan, dan melangkah menuju hari-hari yang lebih baik.

Lebih baru Lebih lama