Pastikan Program Berjalan Optimal, Kapolres Aceh Tenggara Tinjau Dua SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari

Aceh Tenggara – detiknewsatjeh// Memastikan program pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat berjalan optimal, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., turun langsung mengecek aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari di Kabupaten Aceh Tenggara.

Tak sekadar datang untuk melihat kondisi dari luar, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tenggara Ny. Novi Rujiyanto dan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Tenggara meninjau langsung proses pelayanan di dua lokasi SPPG. Pengecekan dilakukan mulai dari kesiapan tempat, aktivitas pelayanan hingga aspek kebersihan dan keamanan makanan yang akan diberikan kepada masyarakat.

Kunjungan pertama menyasar SPPG Tanjung Sari Yayasan Kemala Bhayangkari 2 yang berada di Desa Bintang Alga Musara, Kecamatan Leuser.

Setibanya di lokasi, rombongan melihat langsung berbagai aktivitas yang berlangsung di SPPG. Kapolres juga mengecek kesiapan personel dan sarana pendukung yang digunakan dalam proses penyediaan makanan.

Dari Kecamatan Leuser, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju SPPG Tanjung Sari Yayasan Kemala Bhayangkari 1 di Desa Tuhi Jongkat, Kecamatan Babul Rahmah.

Di lokasi kedua, pengecekan kembali dilakukan secara menyeluruh. Kapolres memastikan setiap tahapan pelayanan dilaksanakan dengan memperhatikan standar yang telah ditentukan, terutama menyangkut kebersihan, kualitas bahan makanan, keamanan pangan hingga proses penyajiannya.

Bagi Kapolres, hal tersebut bukan sekadar persoalan teknis. Kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat berkaitan langsung dengan tujuan utama program, yakni mendukung pemenuhan kebutuhan gizi dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

“Kita ingin memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Jaga kualitas, kebersihan, keamanan makanan, serta laksanakan seluruh proses dengan penuh tanggung jawab,” tegas AKBP Rujiyanto.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat tidak menganggap pelaksanaan program tersebut sebagai kegiatan rutin semata. Setiap makanan yang diproduksi dan disalurkan harus dipastikan memenuhi aspek kelayakan serta aman dikonsumsi.

Menurutnya, perhatian terhadap hal-hal kecil di lapangan justru menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

Dari Dapur, Menjaga Kualitas Generasi

Kunjungan Kapolres juga memperlihatkan pentingnya peran SPPG dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Aktivitas di dapur bukan hanya berkaitan dengan menyiapkan makanan, tetapi juga menyangkut rangkaian proses yang membutuhkan ketelitian dan kedisiplinan.

Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan kerja, memastikan bahan makanan dalam kondisi baik, proses pengolahan hingga makanan siap didistribusikan, seluruhnya harus mendapat perhatian.

Kapolres pun menekankan pentingnya rasa tanggung jawab dari seluruh petugas dan pihak yang terlibat. Sebab, makanan yang diproduksi akan dikonsumsi masyarakat, termasuk anak-anak yang menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Jangan sampai ada tahapan yang diabaikan. Semua harus dilakukan dengan serius dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tenggara juga melihat langsung kesiapan masing-masing SPPG. Kehadiran jajaran kepolisian dan Bhayangkari sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program di wilayah Aceh Tenggara.

Perkuat Sinergi

Kegiatan pengecekan tersebut turut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polres Aceh Tenggara, Bhayangkari dan seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan SPPG.

Sinergi dinilai penting agar pelaksanaan program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak yang dirasakan masyarakat.

Kapolres berharap keberadaan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari di Aceh Tenggara dapat terus memberikan pelayanan terbaik. Evaluasi dan pengecekan secara langsung juga akan menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pelayanan dari waktu ke waktu.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, setiap kendala di lapangan diharapkan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Yang paling penting adalah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kita bersama-sama menjaga agar program ini berjalan baik dan memberikan kontribusi bagi kesehatan serta masa depan generasi kita,” kata Kapolres.

Kunjungan itu pun ditutup dengan harapan agar seluruh SPPG di Aceh Tenggara semakin konsisten menjaga kualitas pelayanan. Bukan hanya soal makanan yang sampai kepada penerima, tetapi juga memastikan makanan tersebut layak, aman, bersih dan memiliki nilai gizi yang baik.

Dari dua titik SPPG yang dikunjungi, pesan Kapolres terlihat jelas: program pemenuhan gizi harus dikerjakan dengan serius sejak dari dapur hingga makanan diterima masyarakat. Dengan kolaborasi dan pengawasan yang kuat, program tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu bagian penting dalam membangun masyarakat Aceh Tenggara yang lebih sehat serta menyiapkan generasi muda yang berkualitas.

Lebih baru Lebih lama