| Foto : Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, menunaikan salat Subuh berjamaah di Desa Lembah Alas |
Suasana Desa Lembah Alas, Kecamatan Deleng Pokhison, Aceh Tenggara, terasa berbeda pada Jumat (14/8/2026) pagi. Usai menunaikan salat Subuh berjamaah, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo bersama unsur Forkopimda, ulama, dan masyarakat duduk bersama dalam suasana penuh keakraban.
Pertemuan tersebut dikemas melalui kegiatan Subuh Keliling dan Jumat Curhat. Tak sekadar bersilaturahmi, kegiatan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Usai salat Subuh, dialog berlangsung santai. Warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi, masukan, hingga berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan mereka.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan penanganan, tetapi juga hadir untuk mendengar, berdialog, dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada,” ujar Rujiyanto.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan masyarakat penting untuk mengetahui kondisi di lapangan secara lebih cepat. Dengan begitu, persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dapat diantisipasi dan diselesaikan bersama.
Dalam kesempatan itu, Rujiyanto juga mengajak warga untuk tidak menyerahkan sepenuhnya persoalan keamanan kepada aparat kepolisian. Menurutnya, menjaga lingkungan tetap aman membutuhkan kepedulian dan peran seluruh elemen masyarakat.
Ia meminta warga memperkuat kepedulian antarwarga, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya.
“Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” pesannya.
Kehadiran unsur Forkopimda, ulama, serta tokoh masyarakat dalam kegiatan tersebut juga memperkuat pesan tentang pentingnya sinergi dalam menjaga ketertiban.
Bagi masyarakat Desa Lembah Alas, Jumat Curhat menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal secara langsung tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi lebih besar.
Polri pun berharap pola komunikasi seperti ini dapat terus terbangun sehingga hubungan antara aparat, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat semakin erat.
Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keamanan dan keharmonisan di Aceh Tenggara, atau yang dikenal dengan Bumi Metuah Sepakat Segenep.