Notification

×

Kategori Berita

Tags


Kode Iklan Disini

Indeks Berita

Bupati Al-Farlaky Lantik 106 Geuchik Gelombang III di Aceh Timur, Tekankan Amanah dan Tanggung Jawab Strategis

Senin, 23 Februari 2026 | Februari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-23T10:17:13Z
Pengunjung: 1304

Aceh Timur – DetikNewsAtjeh
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, secara resmi melantik 106 geuchik (kepala desa) hasil pemilihan gelombang III di Aula SKB Kabupaten Aceh Timur, Senin, Februari 2026. Pelantikan ini menjadi momen bersejarah karena di antara para pejabat desa yang dilantik, terdapat satu geuchik perempuan terpilih yang menjadi yang pertama pada era kepemimpinan Bupati Al-Farlaky.
 

Terlihat sosok geuchik yang ramah dan di cintai oleh masyarakat Gampong Alu Canang , Salah satu dari 106 geuchik yang dilantik adalah Razali, AB yang terpilih sebagai Keuchik Gampong Alue Canang, Kecamatan Birem Bayeun. Razali memenangkan pemilihan Keuchik Langsung (Pilciksung) yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Gampong Alue Canang dengan unggul memperoleh 425 suara.
 

Dalam pidatonya, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada pribadi, keluarga, dan masyarakat. Ia menyoroti tanggung jawab strategis yang dipikul oleh kepala desa, di mana kepemimpinan di level gampong memiliki beban terbesar karena geuchik adalah pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakatnya.
 
“Apakah kita menjadi kepala desa hanya menjalankan rutinitas dan menjadi simbol selama enam tahun masa jabatan? Atau benar-benar hadir mengayomi, mengelola, dan menjaga masyarakat?” tegas Bupati.
 
Bupati juga menekankan bahwa tidak semua pihak di tingkat kabupaten maupun kecamatan memahami secara detail kondisi desa. Oleh karena itu, para geuchik diminta untuk benar-benar menguasai data wilayah masing-masing, mulai dari jumlah penduduk, jumlah dusun, kepala keluarga miskin dan fakir, hingga kondisi sosial lainnya seperti anak yatim, aparatur sipil negara, serta warga terdampak bencana. Akurasi pendataan ini dianggap sangat penting untuk menghindari tudingan yang menyudutkan geuchik dalam hal pengajuan bantuan, surat keterangan miskin, rumah layak huni, maupun penanganan korban bencana.
 
Selain itu, Bupati meminta para geuchik berperan aktif menyelesaikan persoalan di tingkat desa melalui mekanisme adat dan musyawarah mufakat. Ia mengingatkan agar persoalan kecil tidak serta-merta dilimpahkan ke kecamatan atau kabupaten tanpa upaya penyelesaian di tingkat gampong. “Libatkan tuha peut dan unsur lainnya. Jika semua persoalan langsung naik ke atas, maka pemerintahan tidak berjalan efektif dan maksimal. Kita ingin pemerintahan dari desa, kecamatan hingga kabupaten berjalan sesuai fungsi dan perannya masing-masing,” tukasnya.
 
Bupati juga mendorong para geuchik untuk terus memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
 



Dilansir dari Sumber ,https://www.gemarnews.com/2026

VIDEO NEWS

SUBCRIBE US

×
DETIKAJTEH Update
               
         
close
   
       
 
!-- start webpushr code -->