Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial

Foto : Pengemudi becak mesin menjadi sasaran kegiatan bakti kesehatan dan bakti sosial yang digelar Polres Aceh Tenggara

Aceh Tenggara — detiknewsatjeh 
Suasana berbeda terlihat di Lapangan Apel Mapolres Aceh Tenggara, Senin (24/8/2026). Sejumlah pengemudi becak yang sehari-hari akrab dengan hiruk-pikuk jalanan mendapat perhatian khusus dari jajaran kepolisian dan Bhayangkari.

Mereka tidak datang untuk menerima teguran ataupun menjalani pemeriksaan kendaraan. Kali ini, para pengemudi becak tersebut justru menjadi sasaran kegiatan bakti kesehatan dan bakti sosial yang digelar Polres Aceh Tenggara bersama Bhayangkari Cabang Aceh Tenggara dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tenggara Ny. Novi Rujiyanto.

Sejak kegiatan dimulai, para pengemudi becak tampak mengikuti rangkaian pelayanan kesehatan yang disiapkan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi para pekerja yang setiap hari mengandalkan tenaga dan kendaraan becaknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan, para pengemudi becak juga menerima bantuan sosial. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan sedikit keringanan di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan.

Kapolres Aceh Tenggara bersama Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tenggara bahkan tidak sekadar menyerahkan bantuan dari jarak jauh. Keduanya turun langsung berinteraksi dengan para penerima.

Obrolan ringan pun mewarnai kegiatan. Sesekali terdengar tawa dan sapaan hangat. Momen tersebut membuat suasana di lapangan apel yang biasanya identik dengan kegiatan kedinasan berubah menjadi ruang perjumpaan antara polisi, Bhayangkari dan masyarakat.

Bagi para pengemudi becak, perhatian tersebut memiliki arti tersendiri. Sebab, di balik aktivitas mereka mengayuh dan membawa penumpang dari satu tempat ke tempat lain, terdapat perjuangan memenuhi kebutuhan keluarga setiap harinya.

Kapolres Aceh Tenggara mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni dalam rangka memperingati HKGB ke-74. Lebih dari itu, bakti kesehatan dan bakti sosial merupakan bagian dari upaya menghadirkan Polri dan Bhayangkari di tengah masyarakat.

“Kami ingin momentum Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ini menjadi kesempatan untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Semoga bakti kesehatan dan bantuan sosial ini dapat memberikan manfaat serta sedikit meringankan kebutuhan para pengemudi becak,” ujar Rujiyanto.

Menurutnya, kepedulian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar. Perhatian sederhana, seperti memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan sosial, juga dapat menjadi bentuk nyata kehadiran Polri.

Apalagi, para pengemudi becak merupakan salah satu kelompok masyarakat yang sehari-hari turut mendukung aktivitas transportasi warga. Mereka menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat di Aceh Tenggara.

Karena itu, momentum HKGB ke-74 dimanfaatkan untuk menyapa langsung masyarakat yang selama ini menjalani aktivitasnya di jalanan.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tenggara Ny. Novi Rujiyanto mengajak seluruh keluarga besar Bhayangkari untuk terus memupuk rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Semangat berbagi, menurutnya, harus terus dijaga agar keberadaan Bhayangkari tidak hanya dirasakan di lingkungan internal Polri, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Kegiatan bakti kesehatan dan bakti sosial tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa peringatan HKGB bukan hanya tentang seremoni organisasi. Ada pesan sosial yang ingin disampaikan, yakni pentingnya hadir, menyapa, mendengar dan membantu masyarakat.

Dari lapangan apel Mapolres Aceh Tenggara, pesan itu disampaikan melalui tindakan sederhana: pemeriksaan kesehatan, pemberian bantuan dan perjumpaan langsung dengan masyarakat.

HKGB ke-74 pun menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian dan kebersamaan. Bukan hanya antara sesama keluarga besar Polri dan Bhayangkari, tetapi juga dengan masyarakat yang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Di tengah rutinitas para pengemudi becak yang kembali akan menyusuri jalan setelah kegiatan berakhir, perhatian yang mereka terima hari itu menjadi pengingat bahwa kerja keras mereka juga mendapat tempat di mata masyarakat dan institusi kepolisian.

Semangat HKGB ke-74 akhirnya bukan sekadar diperingati, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata: hadir di tengah masyarakat, berbagi dan memberikan manfaat.

Lebih baru Lebih lama