Kapolres Aceh Tenggara Beri Penghargaan Tiga Kapolsek Terbaik, Kebersihan Mako Jadi Perhatian

Foto  : Acara penghargaan kepada tiga Kapolsek yang dinilai mampu menjaga kebersihan dan kerapian Mako di wilayah masing-masing

Aceh Tenggara — detiknewsatjeh Kebersihan dan kerapian markas komando (Mako) menjadi perhatian serius Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA. Bagi orang nomor satu di jajaran Polres Aceh Tenggara itu, kondisi kantor bukan sekadar persoalan enak dipandang, tetapi juga berkaitan erat dengan kedisiplinan personel dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Perhatian tersebut diwujudkan dengan memberikan penghargaan kepada tiga Kapolsek yang dinilai mampu menjaga kebersihan dan kerapian Mako di wilayah masing-masing.

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian pimpinan bersama seluruh personel dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, tertib dan nyaman.

Dalam penilaian kebersihan dan kerapian Mako tersebut, Polsek Lawe Bulan keluar sebagai juara pertama. Polsek yang dipimpin Iptu Yessy itu dinilai berhasil menjaga kondisi lingkungan kantor secara konsisten, mulai dari kebersihan halaman hingga kerapian berbagai ruangan pelayanan dan fasilitas Mako.

Posisi kedua ditempati Polsek Bambel di bawah kepemimpinan Iptu Yusnaidi. Sementara peringkat ketiga diraih Polsek Lawe Alas, yang dipimpin Iptu Sukardi, S.E.

Bagi jajaran Polres Aceh Tenggara, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni atau perlombaan untuk menentukan siapa yang memiliki kantor paling bersih.

Lebih dari itu, penilaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang dimulai dari hal-hal sederhana. Personel didorong untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka bekerja setiap hari.

Sebab, kantor polisi merupakan salah satu tempat pertama yang didatangi masyarakat ketika membutuhkan pelayanan, perlindungan maupun bantuan kepolisian.

Karena itu, suasana Mako yang bersih, rapi dan nyaman dinilai dapat memberikan kesan positif kepada masyarakat yang datang.

Bayangkan seorang warga datang ke kantor polisi dalam kondisi membutuhkan pelayanan. Lingkungan kantor yang tertata, halaman yang bersih, ruangan yang rapi hingga fasilitas pelayanan yang terawat tentu akan memberikan rasa nyaman sejak pertama kali menginjakkan kaki di Mako.

Di sisi lain, kondisi kantor yang terawat juga menjadi cermin kedisiplinan personel yang bekerja di dalamnya.

Kapolres Aceh Tenggara menempatkan kebersihan sebagai salah satu bagian dari disiplin. Menjaga kebersihan Mako tidak harus menunggu adanya instruksi atau pemeriksaan, tetapi semestinya menjadi kebiasaan seluruh personel.

Semangat itulah yang ingin dibangun melalui pemberian penghargaan kepada tiga Kapolsek terbaik tersebut.

Polsek Lawe Bulan yang meraih peringkat pertama menjadi salah satu contoh bahwa lingkungan kerja yang bersih dan tertata dapat diwujudkan melalui kepedulian bersama. Bukan hanya tanggung jawab pimpinan, melainkan seluruh personel yang berada di dalamnya.

Hal serupa juga ditunjukkan Polsek Bambel dan Polsek Lawe Alas yang berhasil masuk tiga besar.

Persaingan dalam penilaian tersebut diharapkan tidak berhenti setelah penghargaan diberikan. Justru, capaian itu menjadi pemicu bagi polsek-polsek lainnya untuk melakukan pembenahan.

Dengan begitu, setiap Mako di jajaran Polres Aceh Tenggara diharapkan memiliki standar kebersihan dan kerapian yang semakin baik.

Pasalnya, tugas kepolisian tidak hanya berbicara mengenai penanganan gangguan keamanan, pengungkapan perkara atau menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Ada sisi lain yang tidak kalah penting, yakni bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan di tempat yang layak, tertib dan nyaman.

Kebersihan Mako pun akhirnya menjadi bagian kecil dari wajah pelayanan kepolisian.

Ketika halaman kantor terawat, ruangan tertata dan lingkungan kerja bersih, pesan yang ingin disampaikan juga menjadi lebih sederhana: personel kepolisian peduli terhadap tempat mereka bertugas dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penghargaan kepada tiga Kapolsek tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi pimpinan terhadap personel yang telah menunjukkan kepedulian dan konsistensi.

Di tengah tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks, perhatian terhadap hal-hal sederhana seperti kebersihan justru dinilai penting. Sebab, kedisiplinan besar sering kali lahir dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus.

Kapolres Aceh Tenggara berharap semangat tersebut dapat menular ke seluruh jajaran.

Tidak hanya mengejar prestasi dalam pelaksanaan tugas operasional, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang sehat, tertib, bersih dan nyaman.

Pada akhirnya, pesan yang dibangun dari penghargaan tersebut cukup jelas: kinerja polisi bukan hanya diukur dari bagaimana menjaga keamanan dan menyelesaikan perkara, tetapi juga dari bagaimana menghadirkan ruang pelayanan yang membuat masyarakat merasa dihargai dan nyaman.

Tiga Kapolsek yang meraih penghargaan pun menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan Mako bukan pekerjaan sepele. Dari halaman kantor yang bersih, ruangan yang rapi dan lingkungan yang terawat, tumbuh budaya disiplin yang diharapkan ikut memperkuat kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

Bagi Polres Aceh Tenggara, Mako yang bersih bukan sekadar soal penampilan. Ia adalah bagian dari wajah institusi kepolisian di mata masyarakat.
Lebih baru Lebih lama