ACEH TENGGARA – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Aula Polres Aceh Tenggara, Senin (7/9/2026). Para polisi wanita (Polwan) bersama jajaran Polres Aceh Tenggara berkumpul dalam acara syukuran dan tatap muka memperingati Hari Jadi Polwan ke-78. Detiknewsatjeh//
Bukan sekadar perayaan, momen tersebut menjadi ajang untuk memberikan apresiasi atas dedikasi Polwan dalam menjalankan tugas sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Acara dipimpin langsung Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA. Hadir pula para pejabat utama (PJU) Polres Aceh Tenggara, Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tenggara Ny. Novi Rujianto beserta pengurus, serta personel Polres Aceh Tenggara.
Dalam sambutannya, Rujiyanto menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Polwan ke-78 kepada seluruh Polwan di lingkungan Polres Aceh Tenggara. Ia menilai keberadaan Polwan memiliki peran penting dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang lebih humanis.
Menurutnya, dedikasi dan loyalitas Polwan dalam menjalankan tugas patut diapresiasi. Terlebih, Polwan tidak hanya menjalankan fungsi kepolisian, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Selamat Hari Jadi Polwan ke-78. Penghargaan yang diberikan Bapak Kapolda Aceh merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Ini tentunya menjadi kebanggaan sekaligus motivasi agar ke depan Polwan semakin profesional, humanis dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Rujiyanto.
Apresiasi khusus juga disampaikan terkait penghargaan yang diberikan Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. kepada personel Polwan Polres Aceh Tenggara.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Polwan dalam melaksanakan trauma healing bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tenggara.
Bagi masyarakat yang baru saja menghadapi bencana, kehadiran Polwan tidak berhenti pada membantu proses penanganan di lapangan. Mereka juga hadir memberikan dukungan psikologis agar warga, terutama kelompok rentan dan anak-anak, dapat kembali bangkit setelah melewati situasi sulit.
Rujiyanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh nyata bagaimana Polwan dapat membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Peran Polwan saat ini semakin luas. Selain menjalankan tugas kepolisian, Polwan juga memiliki peran penting dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia berharap semangat tersebut terus dipertahankan dan dikembangkan. Menurutnya, pengabdian Polwan harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Syukuran HUT Polwan ke-78 kemudian berlangsung dalam suasana akrab. Kebersamaan antara Polwan, Bhayangkari dan seluruh keluarga besar Polres Aceh Tenggara menjadi bagian penting dalam memperkuat soliditas internal.
Peringatan HUT Polwan tahun ini pun menjadi pengingat bahwa tugas seorang polisi bukan hanya soal penegakan hukum. Di tengah masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan, kehadiran yang humanis dan empati juga menjadi bagian dari pengabdian.
Dari Aceh Tenggara, semangat itu kembali ditegaskan: Polwan terus melangkah, mengabdi dan hadir lebih dekat dengan masyarakat.