| Foto : Pembukaan kegiatan Pramuka dilakukan oleh Wakapolres Aceh Tenggara Kompol Rafliandi |
Suara aktivitas anak-anak Pramuka mulai menggema di tengah hijaunya kawasan Bumi Perkemahan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Ketambe, Aceh Tenggara. Di kawasan yang dikenal dengan kekayaan alam dan hutannya itu, puluhan anggota Pramuka Saka Bhayangkara Polres Aceh Tenggara mengikuti Perkemahan Bakti Sosial ke-III.
Perkemahan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 27 hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan tidak sekadar menjadi agenda kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar mencintai alam, membangun kedisiplinan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakapolres Aceh Tenggara Kompol Rafliandi. Sejumlah pejabat dan personel Polres Aceh Tenggara turut hadir, di antaranya Kasat Binmas, Kasiwas, serta personel lainnya.
Mengusung tema “Peran Gerakan Pramuka Aceh Tenggara Ikut Serta Membantu Melestarikan Alam”, kegiatan ini secara khusus menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai salah satu pesan utama yang ingin ditanamkan kepada para peserta.
Suasana alam Ketambe yang berada di kawasan TNGL menjadi latar yang kuat bagi kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya berada di lingkungan perkemahan, tetapi juga diajak merasakan secara langsung bagaimana pentingnya menjaga kawasan hutan yang menjadi salah satu kekayaan alam Aceh Tenggara.
Dalam sambutannya, Kompol Rafliandi mengingatkan bahwa kelestarian alam bukan hanya menjadi tugas pemerintah ataupun petugas kehutanan. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.
«“Melestarikan alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun petugas kehutanan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Pramuka sebagai generasi muda harus menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan, kelestarian dan keindahan lingkungan,” ujar Rafliandi.»
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pembukaan perkemahan. Para anggota Saka Bhayangkara diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu membawa nilai-nilai kepedulian lingkungan ke kehidupan sehari-hari.
Apalagi, lokasi perkemahan berada di Ketambe, kawasan yang memiliki hubungan erat dengan ekosistem hutan Leuser. Berada langsung di tengah lingkungan alam diharapkan membuat peserta semakin memahami bahwa hutan bukan sekadar hamparan pepohonan, tetapi bagian penting dari kehidupan manusia dan berbagai satwa yang ada di dalamnya.
Belajar Mencintai Alam dari Ketambe
Pemilihan Ketambe sebagai lokasi kegiatan juga memiliki pesan tersendiri.
Di tengah suasana hutan yang masih asri, para peserta dapat merasakan langsung bagaimana alam memberikan ruang bagi manusia untuk belajar, beraktivitas, sekaligus menjaga keseimbangannya.
Perkemahan menjadi kesempatan bagi anggota Pramuka untuk mengenal lingkungan secara lebih dekat. Mereka dituntut untuk menerapkan kedisiplinan dalam menjaga kebersihan kawasan perkemahan dan tidak meninggalkan sampah yang dapat mencemari lingkungan.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat kepramukaan yang selama ini menekankan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama dan kepedulian terhadap sesama.
Di balik tenda-tenda yang berdiri di kawasan perkemahan, peserta juga belajar bahwa hidup berdampingan dengan alam membutuhkan sikap bertanggung jawab.
Menjaga kebersihan, menggunakan sumber daya secara bijak dan tidak merusak lingkungan merupakan hal sederhana yang, jika dilakukan secara bersama-sama, dapat memberikan dampak besar.
Karena itu, Perkemahan Bakti Sosial ke-III Saka Bhayangkara Polres Aceh Tenggara diharapkan menjadi pengalaman yang tidak berhenti ketika kegiatan berakhir pada 31 Agustus mendatang.
Nilai yang diperoleh selama berada di Ketambe diharapkan terus dibawa peserta ketika kembali ke sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Bentuk Generasi Muda Berkarakter
Selain menanamkan kepedulian terhadap alam, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter peserta.
Pramuka Saka Bhayangkara menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan perkemahan dan bakti sosial, peserta dilatih untuk hidup lebih mandiri. Mereka harus mampu bekerja sama, membagi tugas, mematuhi aturan serta menyelesaikan berbagai aktivitas secara bersama-sama.
Nilai gotong royong juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Sebab, kehidupan di perkemahan tidak dapat dijalani seorang diri. Setiap peserta memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing. Dari sinilah karakter dibentuk—melalui kebiasaan sederhana untuk saling membantu dan menghargai.
Polres Aceh Tenggara bersama Saka Bhayangkara berharap kegiatan itu mampu melahirkan generasi muda yang tangguh sekaligus memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Generasi muda, menurut semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut, bukan hanya dipersiapkan untuk menjadi penerus bangsa, tetapi juga menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan di sekitarnya.
Jaga Leuser, Jaga Masa Depan
Kawasan hutan Leuser memiliki nilai penting bagi kehidupan. Karena itu, menanamkan kecintaan terhadap alam sejak usia muda dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan lingkungan di masa depan.
Peserta perkemahan diajak memahami bahwa kerusakan lingkungan pada akhirnya akan berdampak kepada manusia. Sebaliknya, lingkungan yang terjaga akan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Semangat itulah yang ingin dibangun melalui kegiatan Saka Bhayangkara di Ketambe.
Polres Aceh Tenggara tidak hanya menjadikan perkemahan sebagai kegiatan pembinaan anggota Pramuka, tetapi juga sebagai momentum untuk menyampaikan pesan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Dari kawasan Ketambe, para peserta belajar bahwa mencintai alam tidak harus selalu dimulai dengan langkah besar.
Menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak tumbuhan, menghormati kehidupan satwa serta mengajak orang lain peduli terhadap lingkungan merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap alam.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi kebiasaan para anggota Pramuka Saka Bhayangkara.
Perkemahan Bakti Sosial ke-III pun menjadi lebih dari sekadar tenda, api unggun dan kegiatan kepramukaan. Di tengah hijaunya Leuser, kegiatan itu menjadi ruang untuk menanamkan pesan tentang karakter, kepedulian sosial dan tanggung jawab menjaga lingkungan.
Dari Ketambe, pesan itu digaungkan kepada generasi muda Aceh Tenggara: alam bukan warisan untuk dihabiskan, melainkan titipan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sebab, menjaga alam hari ini berarti menjaga kehidupan untuk masa depan.